Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Ditengah Melonjaknya Harga Minyak Goreng, Digelar Pasar Murah di Depan Kantor Pemkab Lumajang

badge-check


					Ditengah Melonjaknya Harga Minyak Goreng, Digelar Pasar Murah di Depan Kantor Pemkab Lumajang Perbesar

LUMAJANG,Republiknews – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memantau langsung pelaksanaan operasi pasar murah minyak goreng, bertempat di Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang, Senin (25/4/22).

Turut hadir, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, serta beberapa Kepala Perangkat terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Target dari sasaran operasi pasar yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, yaitu para pelaku usaha mikro dan kecil, seperti pedagang kaki lima yang terdampak, akibat melambungnya harga minyak goreng di pasaran.

Saat berada dilokasi pasar murah, Bunda Indah mengungkapkan, bahwa dirinya senang dengan adanya operasi pasar murah ditengah lonjakan harga minyak goreng di pasaran, karena dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Lanjut dia, harga awal minyak goreng Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng dihitung menggunakan kilogram sehingga mempersulit masyarakat dalam perhitungan pembelian. Mendengar hal itu, Wakil Bupati melakukan negosiasi terhadap harga minyak goreng. Alhasil, batas maksimal masyarakat bisa membeli 16 kilogram atau 18 liter dengan harga Rp13.800 per liter.

“Jadi, ada konversi dari kilogram ke liter, sedangkan masyarakat taunya perliter. Akhirnya setelah kita cek dan hitung disepakati 16 kilogram itu ada 18 liter. Jadi, ketemu Rp248.000 itu mendapat 16 kilogram atau 18 liter dengan harga per liternya Rp13.800,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa operasi pasar murah kali ini, pihaknya menyiapkan stok sebanyak 7.200 liter minyak goreng, dan hampir 90 persen warga yang ikut antrian adalah pedagang kecil seperti penjual gorengan, keripik, kerupuk maupun warung.

“Saya harap masyarakat senang dan tidak panik dengan melambungnya harga minyak goreng. Kita lihat mereka rela panas-panas untuk antri sepanjang ini. Semoga ini menjadi perhatian untuk pemerintah pusat, bahwa minyak goreng itu menjadi sebuah kebutuhan bagi ibu rumah tangga maupun para pengusaha kecil,” pungkasnya.

 

(Atman)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!