Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

“Lestarikan Seni Budaya Bangsa” PEPADI Magetan Gelar Wayang Kulit Di Desa Bungkuk, Parang

badge-check


					“Lestarikan Seni Budaya Bangsa” PEPADI Magetan Gelar Wayang Kulit Di Desa Bungkuk, Parang Perbesar

Magetan,Republiknews.id– Dengan tujuan mengangkat dan melestarikan seni budaya bangsa, KPSBN (Komunitas Pelestari Seni Budaya Nusantara) Kabupaten Magetan Jawa Timur berkolaborasi dengan PEPADI ( Persatuan Pedalang Indonesia) Kabupaten Magetan kembali mengadakan budaya pagelaran wayang kulit, yang pelaksanaannya di adakan di Desa Bungkuk Kecamatan Parang.

Pagelaran tersebut merupakan pelaksanaan yang ke-9 dari 21 titik yang di selenggarakan di wilayah Kabupaten Magetan. Adapun yang hadir turut menyaksikan pegelaran tersebut di antaranya dari Pembina KPSBN ( secara virtual), Forkompinca Parang, Kades se-Kecamatan Parang, Ketua PEPADI Magetan serta tokoh masyarakat.

Di awal rangkaian acara Munirul Ichwan, Kepala Desa Bungkuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPSBN dan PEPADI Magetan yang di percaya dalam pelaksanaan pagelaran wayang kulit di adakan di desanya.
“Ini suatu kehormatan, di beri kepercayaan di adakannya pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di desanya. Semoga dengan adanya pagelaran wayang kulit ini nantinya bisa menambah kearifan lokal untuk bisa nguri-nguri budaya jawa, “ungkapnya dalam sambutan, Sabtu (15/10/2022) malam.

Di akhir sambutan Munirul Ichwan mengharapkan ke depan nantinya pagelaran wayang kulit dilaksanakan setiap tahun di Desa Bungkuk.

Di tempat yang sama Muslimin, Ketua PEPADI Magetan juga mengungkapkan dalam sambutan yang mengatakan bahwasanya kegiatan pagelaran wayang kulit yang di adakan di Desa Bungkuk ini merupakan kegiatan safari budaya di malam ke-9 yang wujudnya adalah “pagelaran rengkit Purwo atau rengkit wayang” yang ada di 21 titik di setiap kecamatan. Dengan harapan nantinya bisa memotivasi generasi muda yang punya bakat jadi dalang.

Di puncak acara Kepala Desa Bungkuk dalam pembukaannya secara langsung menyerahkan pewayangan kepada camat Parang. Dan di teruskan penyerahannya kepada dalang Gurit Jamalludin dengan lakon “Parikesit Jumeneng Ratu”.

Dalam pagelaran wayang kulit yang di selenggarakan, masyarakat sangat antusias mengikuti dari awal sampai acara. Apalagi dalam acara tersebut di suguhkan hadiah-hadiah door prize dengan pengundian sebagai bentuk menghibur di sela acara.(w.i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!