Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Giat Bersih Desa Ngunut, Turut Berkontribusi Pada Pelestarian Budaya Bangsa

badge-check


					Giat Bersih Desa Ngunut, Turut Berkontribusi Pada Pelestarian Budaya Bangsa Perbesar

MAGETAN – Upacara adat bersih desa di Bulan Muharam 1445 Hijriyah yang digelar di Punden Segawe, Desa Ngunut Kecamatan Parang Kabupaten Magetan pada Jumat, (28/7/2023) merupakan acara ritual tahunan yang dilaksanakan pemerintah desa dan masyarakat sebagai salah satu wujud rasa syukur atas nikmat serta rahmat Sang Kuasa yang telah diberikan selama ini.

Sebagaimana pelaksanaan tahun tahun sebelumnya, rangkaian acara bersih desa yang dilaksanakan kali ini juga diawali dengan do’a bersama yang diikuti oleh semua jamaah mushola maupun masjid yang ada, di balai desa setempat.

Selanjutnya prosesi di lanjutkan dengan melaksanakan kirim do’a atau tasyakuran di sumber-sumber mata air yang ada dan merupakan simbol kehidupan masyarakat desa Ngunut.

Adapun sumber mata air yang dimaksud adalah sumber Ngrangkah, sumber Jumok, sumber Tengklik, sumber Bogang, sumber Kenangan, sumber Cekok, sumber Jambe, dan sumber Bulu.

Selanjutnya kegiatan diteruskan dengan nyadran (kirim doa) ke punden segawe (cikal bakal desa) dengan pemasangan sesaji serta penyembelihan kambing kendit dilokasi tersebut.

“Dari rangkaian acara yang kita laksanakan, ini sudah tradisi turun-temurun di tiap tahunnya mas…..Dan di harapkan dalam pelaksanaan mendapatkan rido dari Yang Maha Kuasa, diberi kesehatan, keselamatan, rezeki, guyub rukun masyarakat dalam membangun desa, sentosa, makmur, dan sejahtera, “Ungkap Sauji, Kepala Desa Ngunut saat ditemui dilokasi.

Masih menurut Sauji, bahwa pada kegiatan bersih desa yang dilaksanakan, selalu menyajikan pagelaran kesenian wayang kulit sebagai puncak prosesi pada malam harinya. Hal itu selain sebagai salah satu syarat kelengkapan dari prosesi adat yang tidak boleh ditinggalkan, juga merupakan andil pemerintah dan masyarakat desa Ngunut untuk turut berkontribusi di dalam melestarikan atau nguri uri seni budaya bangsa serta kearifan lokal yang ada.(w.i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!