Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI, Dinkes Kab Mojokerto Sasar Desa Kutogirang

badge-check


					Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI, Dinkes Kab Mojokerto Sasar Desa Kutogirang Perbesar

MOJOKERTO
Pemkab Mojokerto melalui Dinkes Kabupaten Mojokerto terus menggulirkan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB dan AKI (SEHATI). Kali ini Pemkab Mojokerto menyasar ibu balita di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang diadakan tiap hari Selasa ini digelar di Aula Desa KutogirangSelasa (5/9/23) pagi dan diikuti oleh ibu-ibu balita se-Desa Kutogirang.

Dalam kegiatan SEHATI Tampak turut hadir pula Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten, Camat Ngoro, Kapus Ngoro, dan Forkopimca Ngoro.

Dalam kesempatan ini Bupati Ikfina juga menyerahkan alat antropometri Kepada Kepala Desa Kutogirang Didik Urdianto.

Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa untuk memenuhi gizi dari calon bayi, maka para ibu hamil harus memiliki lingkar lengan minimal 23,5 cm. Karena hal tersebut, merupakan salah satu indikator ibu tidak kekurangan gizi.

“Kalau ibunya kurang gizi, jadi anaknya dikasih gizi darimana, karena didalam kandungan anaknya tidak boleh kurang gizi. Jadi saling mengingatkan karena indikator seorang ibu tidak kurang gizi lengannya tidak kurang dari 23,5 cm,” ucapnya.

Bupati Ikfina juga mengatakan, dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto, para balita harus terpenuhi gizinya agar tidak kekurangan gizi dan tidak kekurangan makanan.

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasanya 20 persen dibawah rata-rata,” bebernya.

Terkait pemenuhan gizi pada bayi dan balita, Bupati Ikfina juga menjelaskan, bahwa pemenuhan gizi bisa dengan cara memberikan makanan sehat, bergizi, dan pemberian ASI eksklusif.

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia di bawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan anak hanya dari bayi sampai dengan 6 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” bebernya.

Selain memberikan kecukupan gizi, Bupati Ikfina juga berpesan, agar para ibu juga memperhatikan tumbuh kembang anak agar kedepannya anak tersebut menjadi pintar dan berkarakter.

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” pungkasnya. (etyo)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!