Menu

Mode Gelap
Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

BERITA UTAMA

KANWIL KEMENKUMHAM JATIM AJAK MASYARAKAT MALANG BAHAS RKUHP

badge-check


					KANWIL KEMENKUMHAM JATIM AJAK MASYARAKAT MALANG BAHAS RKUHP Perbesar

MALANG,Republiknews.id – (12/10) Kanwil Kemenkumham Jatim menggandeng Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar dialog publik membahas RUU KUHP. Kegiatan yang bertempat di Gedung A Lt. 6 FH UB itu untuk menyosialisasikan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Khususnya di wilayah Malang Raya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Subianta Mandala menjadi Narasumber utama. Dia didampingi oleh Yovan Iristian selaku Kasubbid FP2HD dan Ladito Risang selaku Dosen FH Universitas Brawijaya.

Forum diskusi dibuka oleh Setiawan Noerdayasakti selaku Wakil Dekan FH UB Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiwa. Dalam sambutannya menjelaskan urgensi yang melatar belakangi Negara kita untuk segera memiliki pengaturan hukum pidana yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan berlandaskan UUD NRI Tahun 1945.

“Sehingga perlunya untuk segera menghilangkan nuansa kolonialisme dalam RKUHP ini nantinya,” tuturnya.

Subianta dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini merupakan ruang publik untuk berpartisipasi dalam Pembentukan RKUHP yang dikenal dengan istilah Meaningful Participation.

“Masyarakat dapat memberikan masukan dan saran demi menyempurnakan RKUHP yang saat ini sudah memsuki tahapan finalisasi,” urainya.

Subianta juga menegaskan perlunya KUHP peninggalan Kolonial untuk diperbarui, keunggulan dan isu kruisial terkait RKUHP. Menurutnya, RKUHP yang saat ini digunakan sudah berlaku selama 140 tahun lebih terhitung sejak disahkannya Wetboek Van Strafrecht (WVS) di Belanda.

“RKUHP sudah mulai diperbincangkan pada tahun 1958 oleh LPHN dan pertama kali masuk di parlemen pada tahun 1963 sehingga Draft RKUHP baru pertamakali ada Pada Tahun 1964, untuk itu tidak tepat bila dikatakan Pemerintah terburu-buru ingin mengesahkan RKUHP ini, karena sudah digodog dari beberapa generasi” urai Subianta.
Selain itu, Yovan juga menjelaskan Misi Suci Pembaruan Hukum Pidana yang diusung dalam RKUHP Nasional. Pertama yaitu upaya adanya Dekolonialisasi, upaya untuk menghilangkan nuansa kolonial dalam substansi KUHP lama demi mewujudkan Keadilan Korektif-Rehabilitatif-Restoratif.

“Dampak positifnya, RKUHP Nasional memiliki alternatif sanksi pidana,” terangnya.

Kedua, Demokratisasi yaitu Pendemokrasian Rumusan Pasal Tindak Pidana dalam RKUHP sesuai dengan Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945. Ketiga, Konsolidasi dalam Penyusunan kembali ketentuan pidana dari KUHP yang lama yang sebagian tersebar ke dalam Undang-Undang di luar KUHP.

“Selanjutnya Keempat, Harmonisasi sebagai bentuk adaptasi dan keselarasan dalam merespon perkembangan hukum terkini, tanpa mengesampingkan hukum yang hidup di masyarakat atau Living Law,” katanya.

Kelima, yang terakhir Modernisasi, yaitu Filosofi pembalasan Klasik (Daad-Dtraftrecht) yang berorientasi kepada perbuatan semata-mata. Dengan filosofi integratif (Daad-Daderstraftrecht-Slachtoffer) yang memperhatikan aspek perbuatan, pelaku dan korban kejahatan (pemberatan dan peringanan pidana).

Narasumber terakhir Ladito Risang memaparkan Perbedaan Substansi yang ada di KUHP yang lama dengan RKUHP yang baru, serta isu-isu aktual yang berkembang dimasyarakat.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor

26 April 2026 - 12:09 WIB

RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur

24 April 2026 - 11:23 WIB

Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

24 April 2026 - 11:11 WIB

Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya

14 Maret 2026 - 22:37 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!