Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

POTRET

Dialog Kebangsaan Di Gelar di Banda Aceh

badge-check


					Dialog Kebangsaan Di Gelar di Banda Aceh Perbesar

Banda Aceh, RepublikNews – Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), H. M. Anis Matta, Lc memberikan kuliah umum dan dialog kebangsaan yang digelar di Banda Aceh.

Orasi tersebut berlangsung pada hari Minggu (30/6/2019) siang, pukul 14.00 WIB hingga menjelang magrib di Aula Asrama Haji, Prada, Banda Aceh.

Ratusan manusia berbaju merah berkumpul dan berduyun-duyun menghadiri dialog kebangsaan oleh Anis Matta, bernama Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi).

Dalam dialog kebangsaan itu, Anis Matta memaparkan tentang konsep dan cita-cita mulia tentang Arah Baru Indonesia yang digagasnya bersama Fahri Hamzah, dkk.

Orasi kebangsaan itu bertemakan, ‘Arah Baru Indonesia’. Ormas berlambang bintang kejora ini memiliki slogan. Mereka menyebut namanya Indeks. Sebuah akronim dari Islam, Nasionalis, Demokrasi, dan Kesejahteraan.

Dalam menjalankan roda organisasi, Islam digunakan sebagai basis rujukan bersamaan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia.

Nasionalis merupakan bagian terpenting dalam mengelola bangsa dan negara. Sementara, demokrasi menjadi roh dan sistem ideal sekaligus digunakan dalam sistem pemerintahan saat ini.

Bila semua dilakukan dengan baik, maka akan menghasilkan kesejahteraan dan kedaulatan bagi seluruh Rakyat Indonesia yang menjadi cita-cita bangsa ini terdahulu.

Garbi menyakini bahwa Bangsa Indonesia bisa menjadi kekuatan kelima di dunia. “Dalam bidang apa? Dalam bidang militer, ekonomi dan teknologi. Tiga poin itu bisa diwujudkan apabila sumber daya kita terkelola dengan baik dan potensinya sangatlah besar,” kata Anis Matta.

Dalam orasinya, Anis juga menyebutkan bahwa yang membedakan pemuda dan orang tua adalah imajinasinya.

“Saya punya imajinasi untuk Indonesia. Saya kira di Indonesia boleh untuk diterapkan. Idenya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara serikat,” ucap Anis Matta.

Melihat setiap daerah di negara ini punya potensi untuk dimajukan per daerahnya, dengan memberikan kebebasan dan kesejahteraan kepada daerah untuk dikelola dengan baik. Mungkin namanya menjadi Uni Indonesia.

Anis juga menyebutkan, Banda Aceh merupakan sebuah wajah perubahan agregat yang dapat dirasakan sejak memasuki era demokrasi.

“Saat saya pergi ke luar negeri dan bercerita kepada orang-orang tentang Indonesia, saya selalu mengambil contoh Aceh dan Papua sebagai salah satu mekanisme resolusi konflik.” ungkap Anis Matta

Anis juga menyebutkan bagaimana cara pengelolaannya yang disebut distribusi dan pembagian sumber daya melalui mekanisme politik seperti otonomi daerah dan otonomi khusus itu sangat efektif untuk merekatkan bangsa Indonesia yang begitu luas.

“Oleh sebab itu, kita dapat menyaksikan dalam dua dekade terakhir, lompatan perubahan di seluruh daerah karena perubahan itu dan disebabkan setelah dua puluh tahun kita berdemokrasi,” kata Anis.

“Saya merasa bahwa kita sudah menyelesaikan satu sintesa pada gelombang kedua antara demokrasi dan kesejahteraan,” ucap insiator Gerakan Arah Baru Indonesia tersebut.

Ketua Umum Garbi Aceh, Ustaz Dr Salman Syarifuddin Alhafizh, MA juga menyampaikan kata sambutannya, Minggu, (30/6/2019).

Salman menyampaikan kata sambutannya di depan para peminat ide-ide dan gagasan Arah Baru Indonesia dari seluruh Aceh.

“Selamat datang Ustaz Anis Matta, para peserta Garbi dari berbagai kabupaten dan kota se Aceh, tokoh-tokoh Aceh, aktivis, pihak media, mahasiswa, dan pemuda Aceh“ ujar Salman.

Salman juga menjelaskan, acara ini diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Garbi Aceh dalam serangkaian kegiatan halalbihalal dengan Anis Matta Se-Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dimulai dari Riau, Sumatera dan Aceh.

“Ustaz Anis Matta akan menyampaikan buah pikir dan gagasannya mengenai arah baru Indonesia yang digagasnya selama ini untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar kekuatan dunia. Baik segi ekonomi, politik, pendidikan maupun militer,” terang Ustaz Salman.

Apalagi, tambah Salman, Aceh dahulunya merupakan kerajaan Islam nomor lima terbesar di dunia sehingga ide-ide dan gagasan Anis Matta menjadi sangat relevan apabila disampaikan di Aceh.

Sebab, lanjutnya, gagasan Indonesia masuk dalam negara nomor lima terbesar di dunia dapat mengingatkan masyarakat Aceh terhadap romantisme dan kehebatan Sejarah Aceh masa lalu.

Oleh sebab itu, sebagai inisiator arah baru Indonesia, Anis Matta juga menginternalisasi dan memperdalam ide arah baru Indonesia kepada seluruh Masyarakat Aceh dan Indonesia. (Riri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!