Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

BERITA UTAMA

XRP Hadapi Tekanan Jual: Apa yang Memicu Penurunan Harga?

badge-check


					XRP Hadapi Tekanan Jual: Apa yang Memicu Penurunan Harga? Perbesar

Pasar kripto sedang memperhatikan XRP dengan cermat, karena tanda-tanda penurunan harga semakin jelas. Aliran 32 juta token XRP yang dikirim ke bursa pada awal Oktober memicu spekulasi bahwa tekanan jual bisa membawa harga turun hingga 15%.

Namun, meskipun risiko penurunan cukup besar, ada potensi pemulihan, terutama jika adopsi ETF XRP mulai meningkat. Apakah kurs tukar XRP benar-benar akan anjlok, atau masih ada secercah harapan untuk kebangkitan? Mari kita lihat lebih dalam analisisnya.

XRP di Ambang Penurunan Krusial

Harga XRP saat ini berada di ambang level support penting di $0,52. Ini adalah level yang dianggap sebagai benteng terakhir untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Jika level ini gagal dipertahankan, prediksi menunjukkan harga bisa turun drastis hingga di bawah $0,49, dengan potensi mencapai $0,45, yang berarti penurunan sekitar 15%.

Salah satu alat teknis yang digunakan oleh banyak trader untuk menganalisis tren jangka pendek, Rata-Rata Pergerakan Eksponensial (EMA) 20 hari, menunjukkan bahwa XRP berada dalam fase bearish, dengan harga saat ini masih di bawah garis EMA 20 hari tersebut. Kondisi ini menambah beban pada sentimen negatif yang bisa membawa harga lebih rendah lagi dalam beberapa hari ke depan.

Pengaruh Masuknya 32 Juta XRP ke Bursa

Salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran di kalangan investor adalah aliran 32 juta token XRP ke bursa.

Menurut data dari platform analitik CryptoQuant, jumlah token yang dikirim ke bursa mencapai puncaknya pada 9 Oktober. Biasanya, ketika ada aliran besar token ke bursa, ini menjadi sinyal bahwa banyak pemegang koin bersiap untuk menjual aset mereka. Hal ini menciptakan tekanan jual yang signifikan dan memperbesar peluang terjadinya penurunan harga dalam waktu dekat.

Aktivitas ini juga mengindikasikan bahwa banyak pemegang XRP lebih memilih untuk melepaskan asetnya daripada menyimpannya jangka panjang. Fenomena ini menandakan kekhawatiran di pasar terkait masa depan kurs XRP, terutama karena volatilitas kripto yang terkenal.

Batas Realisasi yang Menurun

Batas Realisasi adalah indikator lain yang perlu diperhatikan. Dalam kasus XRP, Batas Realisasi menunjukkan bahwa banyak investor yang membeli XRP dengan harga lebih tinggi kini menjual dengan kerugian.

Situasi ini menciptakan tekanan tambahan pada harga, karena investor yang sebelumnya membeli di harga puncak kini merasa perlu keluar dari posisi mereka. Hal ini semakin mendorong potensi penurunan harga.

Apakah Pemulihan Masih Mungkin?

Di tengah potensi penurunan, ada faktor yang dapat memicu pemulihan harga XRP, yakni adopsi ETF XRP. Meski saat ini respons pasar terhadap pengajuan ETF belum terlalu signifikan, ada kemungkinan pengajuan tambahan dapat memicu sentimen positif di kalangan investor.

Jika hal ini terjadi, XRP berpeluang naik kembali hingga mencapai harga $0,60, membuka jalan bagi tren bullish baru.

Kesimpulan

XRP saat ini berada di persimpangan kritis dengan adanya tekanan jual besar akibat aliran token ke bursa dan penurunan Batas Realisasi. Namun, potensi pemulihan harga tetap ada jika investor dapat mempertahankan level support penting di $0,52 dan jika adopsi XRP ETF mendapatkan momentum. Di sisi lain, jika level support ini ditembus, XRP bisa menghadapi penurunan lebih dalam hingga menyentuh $0,45.

Situasi ini menuntut para investor untuk berhati-hati, karena volatilitas pasar kripto dapat memberikan kejutan di kedua arah.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk memanfaatkan teknologi blockchain demi menghadirkan akses menuju kemerdekaan finansial yang adil bagi semua orang, terlepas dari lokasi atau posisi keuangan mereka.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama

4 Mei 2026 - 09:15 WIB

Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026

3 Mei 2026 - 11:54 WIB

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor

26 April 2026 - 12:09 WIB

RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur

24 April 2026 - 11:23 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!