Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

BERITA UTAMA

Kotak Makan Bergizi Gratis Program BGN Hilang di Pasaran, Diduga Dimanfaatkan Oknum

badge-check


					Kotak Makan Bergizi Gratis Program BGN Hilang di Pasaran, Diduga Dimanfaatkan Oknum Perbesar

SURABAYA – Program Badan Gizi Nasional (BGN) yang memberikan makan bergizi gratis untuk mendukung masyarakat mendapatkan asupan gizi yang seimbang kini menghadapi masalah serius. Kotak makan aluminium yang seharusnya digunakan dalam program ini, kini sulit ditemukan di pasaran. Hal ini diduga karena adanya oknum yang memanfaatkan program ini dengan menimbun kotak makan tersebut.

Program ini awalnya diluncurkan untuk membantu masyarakat dengan menyediakan makan siang bergizi secara gratis, guna meningkatkan status gizi masyarakat yang kerap terabaikan. Namun, belakangan ini, banyak laporan yang masuk dari masyarakat bahwa kotak makan aluminium malah hilang dari pasaran atau dijual dengan harga yang lebih tinggi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari pantauan awak Media menemukan beberapa dapur yang melayani program ini mengeluhkan bahwa mereka terpaksa membeli kotak makan bergizi tersebut dengan harga yang jauh lebih mahal daripada nilai asli harga sebelumnya. Tidak terjangkaunya harga kotak makan, mereka ada yang melakukan menggunakan kotak plastik dan ada yang secara prasmanan.

Dewan Pendiri LSM Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST angkat suara bahwa dirinya telah menggerakkan organisasi dari berbagai LSM dan Media yang tergabung dalam Jawapes Group.

“Dari laporan rekan-rekan yang tersebar di Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali mengatakan dipasaran kotak makan aluminium kosong. Adapun harus pesan karena akan di import kan paling cepat 2 bulan baru datang. Sedangkan di pabrik dan home industry pembuatan kotak makan lokal tidak melayani pembelian dari orang umum karena sudah kontrak dengan salah satu partai/hanya boleh menjual ke partai tersebut. Dan fantastisnya jika ingin dapat barang tersebut harga yang dulunya cuman 30 ribu kini sudah mencapai 73 ribu dan akan terus meningkat,” ungkap Rizal.

BGN sendiri telah merespons masalah ini dengan berencana untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya indikasi penimbunan dan penjualan kotak makan secara ilegal. Pihaknya berjanji akan menindak tegas oknum yang terbukti menyalahgunakan program ini untuk kepentingan pribadi.

“Program ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk dijadikan ladang keuntungan oleh segelintir orang. Kami akan memastikan bahwa distribusi akan lebih terkontrol, dan para pelaku penyalahgunaan akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar seorang perwakilan BGN.

Di sisi lain, beberapa kelompok masyarakat mengimbau agar masyarakat lebih bijak dan tidak membeli kotak makan bergizi dari sumber yang tidak jelas. Mereka juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem distribusi agar program ini segera terlaksana dan benar-benar mencapai target yang diharapkan bukan jadi ladang oknum memanfaatkan situasi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama

4 Mei 2026 - 09:15 WIB

Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026

3 Mei 2026 - 11:54 WIB

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor

26 April 2026 - 12:09 WIB

RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur

24 April 2026 - 11:23 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!