Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BIROKRASI

Begini Tanggapan Kadin TPHPKP Magetan, Terkait Keluhan Masyarakat Desa Cileng Poncol

badge-check


					Begini Tanggapan Kadin TPHPKP Magetan, Terkait Keluhan Masyarakat Desa Cileng Poncol Perbesar

Magetan,Republiknews, Menanggapi keluhan masyarakat Desa Cileng Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan, terkait turunnya proyek JUT (Jalan Usaha Tani) yang belum terealisasi sampai tahun ini.

Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Ir. Uswatun Khasanah. MMA Yang di temui di kantornya pada Kamis siang (24/2/2022) mengatakan, bahwa proyek JUT yang gagal terealisasi di tahun 2019 tersebut karena adanya Refocusing anggaran. Ia juga mengaku tidak tahu persis akan hal tersebut karena saat itu kepala dinas masih di jabat oleh kepala dinas lama.
“Itu disposisinya tahun 2019, apalagi di tahun itu saya belum menjabat, masih pak Edy, “Ungkapnya.

Dikatakannya pula mengenai pengajuan yang belum terealisasi tersebut memang sempat di tinjau ke lokasi, tapi Ia juga tidak bisa memberi kepastian kapan proyek JUT untuk desa Cileng itu akan turun.

“Ya nanti di tunggulah, apalagi pengajuan yang di tahun 2018 lainnya juga masih ada, banyak antrinya. Memang setelah itu kan refocusing, terpangkas anggaran”, Lanjut Uswatul Chasanah.

Tidak di pungkiri bahwa warga desa Cileng sangat mengharap turunnya bantuan proyek Jalan Usaha Tani dari DTHPKP yang sempat “Gagal Turun” tersebut. Hal ini di karenakan kebutuhan warga akan kemudahan akses menuju hektaran lahan milik mereka bisa di katakan sangatlah vital.

Sebagaimana di beritakan media ini beberapa hari yang lalu, bahwa masyarakat secara swadaya telah membangun jalan dan jembatan baru yang menelan anggaran sebesar Rp. 150.000.000. Yang pengerjaannya di lakukan secara gotong royong (swadaya) untuk membuka akses yang lebih mudah ke lahan mereka.

Di himpun dari keterangan beberapa warga sekitar, sebelumnya jalan yang ada, merupakan jalan setapak dan berada di tebing curam yang licin di musim penghujan sehingga menjadi kendala besar bagi petani untuk mengangkut hasil panen. Selain itu, petani juga harus menyeberang sungai dengan jembatan seadanya yang bisa membahayakan keselamatan mereka.

“Jadi jika terealisasi, pemerintah hanya tinggal memperbaiki atau mengadakan peningkatan. Karena sebelumnya telah di buka melalui swadaya masyarakat”. Kata salah seorang perangkat desa yang tidak ingin di sebut namanya.

Dengan melihat semangat masyarakat yang begitu besar untuk turut berperan aktif dalam pembangunan desa, tinggal tunggu saja bagaimana dukungan orang orang yang duduk manis di kursi jabatan terkait dan pemangku kebijakan di atasnya, bagaimana menyikapi dengan bukti nyata dan bukan hanya mengandalkan kata kata pencitraan semata.

(Iwn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!