Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BIROKRASI

Habib Hadi: Orang Tua Harus Ikut Mengawasi Kegiatan Anak

badge-check


					Habib Hadi: Orang Tua Harus Ikut Mengawasi Kegiatan Anak Perbesar

Probolinggo, RepublikNews – Pemberantasan penyakit masyarakat di wilayah Kota Probolinggo menjadi perhatian serius Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin di masa kepemimpinannya. Pemuda mabuk-mabukan hingga PSK pun tak luput dari operasi yang digelar Satpol PP secara dadakan di momen tertentu.

Seperti yang digelar Sabtu (22/5) malam, Satpol PP kerja bareng Dinkes P2KB setempat mengadakan operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dimulai pukul 19.00 hingga jelang dini hari.
Hasilnya pun cukup mengejutkan.

Dalam beberapa kemacetan, Satpol PP berhasil menjaga keamanan mabuk-mabukan di sejumlah lokasi di Kota Probolinggo. Seperti di kawasan Kecamatan Mayangan, GOR A Yani, Pasar Gotong Royong dan Klenteng.

“Mereka bukan hanya warga Kota Probolinggo saja, banyak juga warga Kabupaten Probolinggo. Kami juga dipercaya 3 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan seorang pelanggan di Pasar Mangunharjo. Malam ini (22/5) kami berhasil mengumpulkan 58 orang pelanggar, ”tegas Kepala Satpol PP Aman Suryaman.

Kepada empat pelanggar prostitusi, lanjut Aman, pihaknya telah melakukan tes kesehatan berupa tes swab antigen yang hasilnya semua negatif. “Dinkes melakukan tes HIV/ADIS namun hasilnya masih dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut. Nantinya, tindak lanjut akan ditangani tim Dinkes,” terang mantan Kepala Diskominfo ini.

Wali Kota Habib Hadi yang mendengar banyaknya yang tertangkap dalam operasi pekat begitu menyayangkan masih banyak masyarakat yang melakukan hal mudhorot. Ia selalu bertanya-tanya kenapa banyak pemuda yang memilih menghabiskan waktu dengan menenggak miras yang dampaknya dikhawatirkan jadi penyebab tindakan kriminalitas.

“Kami berkomitmen akan terus memberantas penyakit masyarakat khususnya di wilayah Kota Probolinggo. Kalau masih ada, kami razia. Masih ada lagi, kami razia lagi. Pembinaan dengan mendatangkan orang tua masing-masing, kami harap menjadi efek jera, tapi orang tua dan keluarga harus ikut mengawasi kegiatan anak-anaknya,” ujar Habib Hadi.

  • Reporter : Atman, Kabiro Probolinggo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!