Jembatan Penghubung Dua Kabupaten Dikerjakan Awal Tahun 2020.

Tuban, RepublikNews
Didampingi sejumlah pimpinan OPD ,Wabup Tuban menyeberangi Bengawan Solo dengan menaiki Gethek (sejenis perahu tradisional) menuju Desa Semambung ,Kanor Bojonegoro, Usai perahu bersandar,Wabup disambut oleh Bupati Bojonegoro yang didampingi pimpinan OPD terkait.
Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si., bersama Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah meninjau lokasi pembangunan jembatan penghubung di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin 05/08/2019 sore.
Jembatan sepanjang 200 meter yang melintasi Bengawan Solo dan dapat dilewati oleh kendaraan baik roda 2 maupun roda 4, pembangunan jembatan yang mencakup fisik jembatan lengkap dengan ornamen diperkirakan menelan anggaran hingga 100 miliar, yang mana pada tahap awal pengerjaannya pada tahun 2020 dianggarkan sebesar 47 miliar.
Bupati Bojonegoro kepada awak media menyampaikan pembangunan jembatan akan dimulai pada awal 2020. Pemkab Bojonegoro saat ini juga tengah melakukan persiapan mengingat beberapa rumah warga dipindahkan.
“pembangunan jembatan ini menjadi perwujudan dari aspirasi masyarakat desa Semambung dan Ngadirejo yang sudah lama dicita-citakan, Pembangunan perlu mendapat dukungan penuh dari semua pihak, Instansi pemerintah dan warga masyarakat , Kami mohon dukungan penuh bagi warga desa sekitar. ” pinta Anna Muawanah
Wabup Tuban menerangkan kedua titik lokasi tapak jembatan sudah disepakati. Pembangunan jembatan ini akan membawa sejumlah dampak positif bagi warga di kedua kabupaten, terutama desa Ngadirejo dan Semambung. “Salah satunya mampu mempermudah aksesbilitas dan mobilitas warga, juga dapat meningkatkan nilai efektivitas dan efisiensi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan di bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain.” papar Noor Nahar.(@nt).