MAGETAN,RepublikNews, Rangkaian Kegiatan Ritual Bersih Desa yang di selenggarakan Pemerintah Desa Kelurahan Mangge Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur di “punden sendang mangge mbah Bimo” merupakan kegiatan awal dari rangkaian bersih desa yang diselenggarakan. Yang mana sekaligus sebagai tempat sakral yang dipercaya sebagai sesepuh desa.
Dalam rangkaian acara tersebut pelaksanaan bersih desa yang di adakan kemarin Selasa (23/8/2022) sore, sebelumnya pada malam hari kemarinnya (malam Selasa) adakan “pengajian dan do’a bersama” dari pemerintah desa dan warga masyarakatnya di balai pertemuan desa Kelurahan Mangge.

Dalam kegiatan ritual bersih desa yang di adakan, pelaksanaanya di setiap Bulan Agustus. Sebagaimana pernyataan tersebut di sampaikan Bayu Prasetyo selaku PLT Kepada Desa Kelurahan Mangge.
“Untuk kegiatan bersih desa di Kelurahan Mangge ini, setiap tahunnya pasti di Bulan Agustus. Dan kebetulan di bulan ini memasuki Bulan Suro, jadi sekalian kita rayakan suro’an, “ungkapnya kemarin waktu ditemui awak Republik News di lokasi sebelum acara di gelar.

Bayu Prasetyo ( PLT kepala Desa Mangge)
Di kesempatan itu pula Bayu Prasetyo juga menguraikan pelaksanaan kegiatan bersih desa yang diselenggarakan dari awal sampai puncak pelaksanaan. Yang mana dalam penjelasannya mengatakan, “awal dari acara bersih desa di Kelurahan Mangge yang diadakan tanggal 23-8-2022 kemarin, merupakan kegiatan pertama yang diadakan di Sendang Mbah Bimo. Tapi sebelumnya (malam Selasa)pemerintah desa bersama warga adakan acara kirim di balai pertemuan desa. Selanjutnya di hari Kamis (25/8/2022) juga adakan kegiatan bersihan di lingkungan “punden dukuh karang”. Selanjutnya di tanggal 28-8-2022 lusa, juga adakan acara bersihan di “lingkungan candi”, tepatnya di dalam pasar kelurahan mangge. Yang mana kegiatan tersebut merupakan kegiatan terakhir dari acara bersih desa yang dilaksanakan. Dan pada malamnya yang merupakan kegiatan acara puncak adakan pagelaran wayang kulit dengan lakon serial “Broto Yudho”, “ungkapnya dalam penjelasan.
Lanjutnya, “Dan di harapkan dari semua kegiatan acara ritual bersih desa yang kita adakan ini, semoga menjadi simbol agar desa kami dibersihkan dari hal-hal negatif yang mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, “imbuhnya mengakhiri pertemuan.
Perlu diketahui dari semua pelaksanaan ritual bersih desa yang di adakan dari beberapa tempat tersebut (tempat sakral) semua pelaksanannya di adakan kenduri atau selamatan, serta di sajikan pertunjukan “seni tayub atau gambyong”. (w.i)













