Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

SEJARAH

NGURI-NGURI MAKAM LELUHUR DESA GAPRANG KANIGORO BLITAR

badge-check


					NGURI-NGURI MAKAM LELUHUR DESA GAPRANG KANIGORO BLITAR Perbesar

BLITAR, REPUBLIKNEWS – Desa Gaprang kecamatan Kanigoro adalah sebuah Desa di kabupaten Blitar yang masih menyimpan misteri dua makam keramat, yaitu makam Mbah Dermojoyo dan makam KH Ahmad Dawam, yang mana menurut istri kepala Desa gaprang Almarhum Abdul Muthalib saat di temui awak media REPUBLIK NEWS di rumah pribadinya Senen 20/05/2019 mengatakan, bahwa mbah Dermojoyo adalah seorang panglima perang Diponegoro yang berasal dari Jawa tengah.

Pada jaman perang melawan Belanda kelompoknya terpecah belah, sampai akhirnya Mbah Dermojoyo lari mengasingkan diri di hutan Srengat yang sekarang sudah menjadi Desa Srengat dan terakhir di Desa gaprang di situlah masyarakat mengakui bahwa mbah Dermojoyo adalah salah satu tokoh yang membabad hutan dan menjadikan Desa gaprang, hingga beliau wafat pada tahun 1825 dan di makamkan di Desa gaprang.

Sedangkan KH Ahmad Dawam adalah seorang tokoh ulama tersohor pada jaman itu, beliau adalah sesepuh asli kelahiran Desa gaprang kecamatan kanigoro Blitar yang wafat pada tahun 1950 dan di makamkan pula di Desa gaprang,” tutur istri almarhum Abdul Muthalib.

Masih istri Abdul Muthalib, Demi menghormati makam leluhur yang membabad Desa gaprang, maka pihak Desa bersama tokoh masyarakat berniat membangun kembali makam tersebut, Dengan maksud dan tujuan 1 , untuk pelestarian aset sejarah makam, yang ke 2, mengenalkan asal usul leluhur kepada anak cucu dan yang ke 3, sebagai obyek wisata sejarah, budaya dan rohani yang dapat memberikan manfaat bagi peziarah luar daerah dan khususnya masyarakat lingkungan sekitar makam, setelah terbangunnya kembali makam ini, tujuan kami agar peziarah nyaman dan lebih khusyuk dalam mendoakan leluhur dan yang terpenting juga bisa menjadi salah satu aset warga Desa gaprang nantinya,” pungkasnya. (Adi.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“CINTA TERHALANG” Kembalilah Pada Putriku Jika Kau Sudah Setara Denganku

24 Februari 2024 - 09:44 WIB

Wikipedia Menghapus Sejarah: Kreator Melbourne Shuffle, Maurice Novoa, Hilang dari Wiki Void

9 Januari 2024 - 20:45 WIB

SMAN 1 Parungpanjang Meriahkan Hari Pahlawan Dengan Pendekatan Hukum Kenakalan Remaja dan Fungsi Jurnalis

11 November 2023 - 10:40 WIB

Kodim Lamongan Rehab Puluhan Makam Pahlawan

3 Agustus 2023 - 20:35 WIB

Giat Bersih-Bersih Dimakam Ki Demung Plakaran Oleh Mahasiswa KKN STKIP  PGRI Bangkalan

11 Februari 2023 - 21:37 WIB

Trending di PENDIDIKAN
error: Content is protected !!