Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BIROKRASI

Prestasi Terbaik Desa Kepel sebagai juara 1 tingkat Kabupaten Madiun

badge-check


					Prestasi Terbaik Desa Kepel sebagai juara 1 tingkat Kabupaten Madiun Perbesar

Madiun,Republiknews-Setelah sehari sebelumnya melakukan penilaian presentasi, Tim Penilai Lapang Pelaksana Terbaik Gotong Royong Provinsi Jawa Timur, Kamis (4/8) lalu, melanjutkan klarifikasi lapang di Desa Kepel Kecamatan Kare, Kabupaten  Madiun sebagai juara 1 tingkat Kabupaten Madiun.

Tim Penilai yang dipimpin Tri Yuwono diantar langsung oleh Bupati Madiun H. Ahmad Dawami dan Wakil Bupati H. Hari Wuryanto ke Desa Kepel. Tamu dari Provinsi Jatim ini mengaku senang atas sambutan dari masyarakat setempat yang begitu ramah dengan iringan budaya lokal dan seni bela diri pencak silat.

Dalam sambutan selamat datang, Bupati mengaku tidak melakukan intervensi sama sekali atas terpilihnya Desa Kepel sebagai juara 1 yang otomatis mewakili Kab. Madiun ditingkat Provinsi Jatim.

“Semua mengalir begitu saja, karena yang melakukan penilaian adalah OPD terkait. Dan saya yakin penilaian pasti fair, dan saya berharap Desa Kepel membawa harum nama Kabupaten Madiun,” ungkap Bupati, diamini para undangan.

Budaya gotong royong wajib ‘diuri-uri’, karena selain warisan nenek moyang, Bupati mengungkapkan jika semua mengandalkan dana pemerintah maka tidak akan menyelesaikan masalah. Oleh karenanya, partisipasi dan kebersamaan masyarakat sangat penting untuk membangun daerahnya mengingat gotong royong merupakan refleksi rasa turut memiliki akan tanah kelahirannya.

“Yang kita kejar bukan semata piala, namun kegiatan ini benar-benar bisa memupuk rasa gotong royong di Desa Kepel maupun desa lainnya di Kabupaten Madiun, sebagaimana spanduk yang terpampang di sebelah kita yang tertulis ‘ Jangan Tanya Gotong Royong pada Kami Karena Gotong Royong Mengalir Dalam Darah dan Jiwa Kami’,” ucap Bupati sambil menunjuk ke arah spandung yang ditulis masyarakat setempat.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Lapang mengaku nuansa gotong royong terasa kental di masyarakat Desa Kepel, hal ini dirasakannya saat dirinya bersama tim disambut begitu antusias oleh masyarakat setempat. Untuk itu, dirinya setuju dengan Bupati Madiun bahwa apa yang ada di Desa Kepel ini tidak ‘hoax’.

Setelah datang sendiri ke Desa Kepel, Ketua Tim Penilai Lapang justru berpendapat tidak keliru kalau Gubernur Jawa Timur di tahun 2023 menunjuk Desa Kepel Kabupaten Madiun sebagai tempat puncak acara Gotong Royong tingkat Provinsi.

Menurutnya, tim akan menilai 4 desa dan kelurahan yang masuk final, dan Desa Kepel ini termasuk desa yang ketiga, dan rencana tanggal 10 penilaian di Jember. Adapun bidang yang dinilai, diantaranya, aspek kelembagaan kemasyarakatan, ekonomi kemasyarakatan, sosial budaya, keagamaan dan lingkungan.

Selain Kepala Desa Kepel, Sungkono, para camat dan pimpinan OPD, turut hadir Ketua TP PKK Kab. Madiun Hj. Penta Lianawati Ahmad dan Wakil Ketua Ny. Erni Wuryanto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!