Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BERITA UTAMA

Putri Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Lepas Hijab: Kontroversi dan Pesan Kemanusiaan dari Buku “Sapiens”

badge-check


					Putri Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Lepas Hijab: Kontroversi dan Pesan Kemanusiaan dari Buku “Sapiens” Perbesar

RepublikNews | Kabar mengenai putri dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang memutuskan untuk melepas hijabnya telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Keputusan ini memicu beragam reaksi dan perdebatan terkait dengan isu agama, identitas, serta kebebasan berpakaian. Namun, di balik kontroversi ini, ada pesan kemanusiaan yang muncul dari sebuah buku yang disebut-sebut memengaruhi keputusan tersebut, yaitu “Sapiens” karya penulis asal Israel, Yuval Noah Harari.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Zara melalui pesan panjang di akun Instagram pribadinya pada tanggal 5 April 20241. Dalam pesannya, Zara menyebut bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang mendalam.

Setelah pengumuman tersebut, netizen mulai menyoroti buku bacaan Zara. Salah satu buku yang menjadi sorotan adalah “Sapiens and Homo Deus” karya Yuval Noah Harari1. Harari, penulis buku tersebut, dikenal sebagai pendukung zionis1.

Sapiens merupakan buku laris di dunia. Beberapa tokoh politik dan terkenal di dunia merekomendasikan buku itu untuk mengetahui sejarah manusia. Sapiens telah memenangkan berbagai penghargaan internasional, di antaranya menjadi best seller dalam kategori buku sejarah dunia (non-fiksi), best seller versi majalah New York Times, hingga memenangkan award pada even Wenjin Book Award di Tiongkok 2015.

Salah satu konsep yang mungkin memengaruhi putri Ridwan Kamil dalam keputusannya adalah pemikiran tentang identitas. Dalam “Sapiens,” Harari menyatakan bahwa identitas manusia, termasuk identitas agama, budaya, dan politik, seringkali merupakan konstruksi sosial yang kompleks. Pemahaman ini dapat membuka ruang untuk refleksi dan eksplorasi terhadap beragam identitas yang dimiliki seseorang.

Keputusan putri Ridwan Kamil untuk melepas hijab juga mengundang kita untuk mempertimbangkan pentingnya kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidupnya, termasuk dalam hal berpakaian dan mengekspresikan identitas diri. Ini juga memperkuat gagasan bahwa setiap individu memiliki hak untuk menjalani kehidupannya sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinannya sendiri, tanpa dikekang oleh tekanan sosial atau ekspektasi dari lingkungan sekitar.

Meskipun kontroversial, keputusan ini juga dapat dianggap sebagai bagian dari dinamika sosial dan perubahan zaman. Dengan semakin terbuka dan inklusif nya masyarakat dalam menerima perbedaan, diharapkan kita dapat membangun lingkungan yang lebih toleran dan menghargai keberagaman.

Dalam konteks ini, buku “Sapiens” memberikan kontribusi dalam memperluas wawasan dan perspektif kita tentang manusia, sejarah, dan nilai-nilai yang membentuk kita sebagai makhluk sosial. Dengan membaca dan memahami gagasan-gagasan yang terdapat dalam buku ini, kita dapat lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih menghargai kebebasan individu, dan lebih bijaksana dalam merespons perubahan zaman yang terus berlangsung. (Tim sorban santri)

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

25 Desember 2025 - 14:23 WIB

Terkait Tanah Urug Lahan, DLH Mojokerto Tegaskan Pengembang Wajib Gunakan Material Legal

17 Desember 2025 - 15:18 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!