Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

BIROKRASI

Perhutani Perlu Beri Pelatihan Masyarakat Ubah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Tangan

badge-check


					Perhutani Perlu Beri Pelatihan Masyarakat Ubah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Tangan Perbesar

Jakarta, RepublikNews – Tanaman eceng gondok yang berada di genangan waduk dapat dijadikan sarana bagi para warga untuk menjadikannya sebagai kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai jual. Hal tersebut disampaikan Riezky Aprilia, Anggota Komisi IV DPR RI.

Riezky Aprilia mendorong BUMN Perusahaan Kehutanan Indonesia (Perhutani) agar dapat memberikan pelatihan terhadap warga sekitar Waduk Cirata, Jawa Barat, khususnya kepada para ibu.

Menurutnya, kerajinan tangan yang berasal dari eceng gondok itu dapat menjadi suatu kegiatan masyarakat yang perlu didorong keberlanjutannya. Oleh karena, memiliki nilai positif dan pelatihannya tidak membutuhkan biaya yang besar.

“Banyak sekali kerajinan tangan yang bisa dibuat dari eceng gondok seperti keset kaki, tas. Saya pernah lihat beberapa dan itu memang harganya mahal. Maka saya berharap Perhutani mampu meng-endorse, men-support pelatihan-pelatihan untuk ibu-ibu di sekitar wilayah Waduk Cirata tersebut. Karena limbah eceng gondok kalau dibuang saja kan tidak ada hasilnya.

Tetapi kalau masyarakat kita berdayakan, kita tingkatkan nilai ekonominya, insyaallah itu bisa membuat masyarakat punya will bahwa limbah ini harus jadi sesuatu yang memiliki nilai jual,” ungkap Rizky dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Waduk Cirata, Kecamatan Cirata, Kabupaten Cianjur, provinsi Jawa Barat, Senin (17/7/2023).

Insert Foto: Riezky Aprilia saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat, Senin (17/7/2023)

Lebih lanjut, Politisi Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I itu menambahkan, selain dijadikan sebagai kerajinan tangan, melalui teknologi keilmuan, eceng gondok dapat dijadikan sebagai penyaring untuk menekan PH (keasamaan/kebasaan) dari kadar air di dalam Waduk Cirata.

“Dari diskusi sepintas saya dengan KLHK tanaman eceng gondok ini juga bisa menjaga netralitas air tapi memang butuh perawatan yang khusus. Mungkin nanti ke depannya kita akan diskusi dan koordinasi lebih lanjut agar kandungan ph khususnya di waduk Cirata ini bisa ditekan untuk produksi ikan yang lebih baik lagi,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Oleh karena itu, ia berharap ke depan pemerintah membuat suatu harmonisasi hubungan antara kementerian dan lembaga untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan hingga menemukan solusi konkret, khususnya terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan di waduk Cirata.

“Kelemahan kita dari dulu adalah koordinasi antar lembaga. Saya minta KLHK untuk segera melakukan analisis terhadap berbagai problem lingkungan yang terjadi pada Waduk Cirata. Tolong berikan rekomendasi terkait turbinnya, perizinan mengenai kelayakan perikannya, dampak lingkungannya seperti apa, agar tidak panjang diskusinya dan persoalannya bisa segera terselesaikan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!