Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BIROKRASI

Larang Warga Menambang Pasir dan Sedot Air Berlebih. Wabup : Agar Tanggul Tidak Ambles Lagi.

badge-check


					Larang Warga Menambang Pasir dan Sedot Air Berlebih. Wabup : Agar Tanggul Tidak Ambles Lagi. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Kondisi terkini penanganan tanggul di desa Sembungrejo, Plumpang yang sempat longsor beberapa waktu lalu, pada Selasa , 26/11/2019 , dikunjungi Wakil Bupati Tuban Ir.H. Noor Nahar Hussein.M.Si , didampingi Kepala Bappeda , Kepala Satpol PP , Kepala Dinas Lingkungan Hidup ,  Plt. Kepala Dinas PUPR , Plt. BPBD Kabupaten Tuban , perwakilan BBWS Bengawan Solo serta Camat Plumpang.

Usai meninjau lokasi longsornya tanggul, Wabup juga bedialog dengan Kepala desa Sembungrejo dan Kedungrojo beserta sejumlah warga.

“Sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi tanggul yang longsor, warga dilarang untuk menambang pasir dan menyedot air secara berlebihan radius 600 meter dari titik longsor. Kepala desa harus melakukan sosialisasi maupun upaya persuasi agar warga desa bisa memahami kondisi penanganan tanggul , jika memang kewalahan, Kades bisa berkoodinasi dengan kecamatan maupun kabupaten untuk diambil tindakan yang diperlukan.” kata Wabup.

Langkah ini diambil agar tanggul tidak ambles kembali. Tidak menutup kemungkinan, Pemkab Tuban juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro jika memang diperlukan , berbagai upaya penanganan dimaksudkan untuk memberikan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul dan kecamatan Plumpang. Mengingat pada bulan Desember Kabupaten Tuban akan memasuki musim hujan, dan puncaknya di bulan Februari.

Dengan adanya kajian tentang kondisi tanah di wilayah sekitar Bengawan Solo di desa Kedungrejo dan Sembungrejo. Sehingga diketahui struktur tanah sebagai dasar diambilnya tindakan selanjutnya , sebab otoriras penanganan tanggul berada BBWS Bengawan Solo. Meski demikian, Pemkab Tuban akan terus mendorong upaya percepatan perbaikan tanggul secara permanen. Sebagai langkah penanganan kedaruratan, tanggul dikuatkan dengan pedel untuk selanjutnya akan dipasang bronjong.

Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dayat, menerangkan tanggul yang longsor sebelumnya telah ditangani dengan cara pengurukan pedel. Namun karena ada faktor lain, menyebabkan tanggul kembali ambles meski tidak signifikan.

Minggu ini kita akan menunggu kondisi tanah stabil dahulu untuk kemudian dipasang bronjong, jelasnya. Sembari menunggu tanah stabil, pihak BBWS dan BPBD Kabupaten Tuban bersama masyarakat telah melakukan penguatan tanggul sisi luar dengan tumpukan tanah dalam karung sak.

Selain itu, meminta agar pengurus HIPPA di sepanjang Bengawan solo dapat mengajukan ijin pengambilan air di BBWS. Tujuannya, agar alokasi air dapat dikelola, sehingga tidak terjadi kekeringan maupun penyedotan berlebihan. Dayat juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tuban serta peran aktif warga masyarakat yang bergotong-royong memperbaiki tanggul.

Sebatas Informasi.
Sebelumnya ,
100 Relawan Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana
Bertempat di Terminal Wisata Kambang Putih Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menggelar Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana yang diikuti 100 relawan, Senin.25/11/2019.

Relawan yang dilatih adalah warga dari beberapa desa yang terdampak banjir dan di bantaran sungai Bengawan Solo, seperti di kecamatan Plumpang dan Rengel.
Pelatihan dimulai sejak tanggal 25-27 November 2019.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Ir.Sunarto.MM  membuka pelatihan relawan yang juga dihadiri sejumlah perwakilan Forkopimda dan OPD.

Asisten Sekda yang membacakan sambutan Bupati Tuban menyampaikan pelatihan ini relawan dimaksudkan meningkatkan kemampuan dan keterampilan relawan dalam rangka memaksimalkan upaya mitigasi bencana. Mengingat Indeks Resiko Bencana wilayah Kabupaten Tuban mencapai skor 175 dan termasuk Kelas Resiko Bencana Tinggi. Kabupaten Tuban berada di urutan 145 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia yang rawan terhadap resiko bencana.(@nt).

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Tetapkan 2 Paslon Pilkada 2024

23 September 2024 - 11:46 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!