Menu

Mode Gelap
Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

ADVETORIAL

Dirut Perhutani Resmikan Pabrik Minyak Kayu Putih Di Sukun Ponorogo

badge-check


					Dirut Perhutani Resmikan Pabrik Minyak Kayu Putih Di Sukun Ponorogo Perbesar

Ponorogo,Republiknews – Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro meresmikan pabrik minyak kayu putih (PMKP) Sukun Ponorogo usai dilakukan revitalisasi dengan membangun kembali dan melengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang modern, pada Senin (4/7).

PMKP Sukun ini terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dengan luas bangunan 1,719,49 m² berdiri diatas lahan seluas 2,497,88 m² merupakan kawasan hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun pada petak 3G Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukun, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukun.
PMKP Sukun Ponorogo ini dibawah pengelolaan Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Hasil Hutan Bukan Kayu (KBM IHHBK) Perum Perhutani.

Usai menggunting pita sebagai tanda peresmian pabrik, Wahyu Kuncoro mengatakan, bahwa pabrik ini direvitalisasi pada bulan April tahun 2021 selesai dibangun tahun 2022 dan bisa beroperasi kembali pada 26 April 2022.

“PMKP Sukun ini perlu direvitalisasi, karena pabrik yang lama kapasitas produksinya masih kurang maksimal, dan bangunan pabriknya juga sudah cukup tua, sehingga dibutuhkan bangunan pabrik baru yang dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang modern supaya bisa meningkatkan kapasitas produksinya,” papar Wahyu.

PMKP Sukun Ponorogo ini akan beroperasi setiap hari selama 24 jam dengan kapasitas produksi 48 ton per hari dengan kadar cineol yang dihasilkan 57,27%.Jadi minyak kayu putih yang dihasilkan masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 06-3954-2006) dan juga masuk ke dalam standar EOA yang mensyaratkan kadar cineol memiliki nilai berkisar antara (50-65)%, ungkapnya.

Wahyu berharap revitalisasi pabrik ini bisa dijadikan percontohan untuk membangun pabrik dilokasi lainnya, karena didukung bahan baku daun kayu putih yang dekat dengan pabrik, sehingga bisa efisiensi angkutan dan mengurangi susut bahan baku, terangnya.

Wahyu menambahkan, PMKP Sukun Ponorogo ini akan didukung bahan baku daun kayu putih dari Perhutani KPH Madiun sebanyak 10.5554 ton, KPH Lawu Ds 199 ton dan KPH lain disekitarnya. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur

24 April 2026 - 11:23 WIB

ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H

23 April 2026 - 19:09 WIB

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!