Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BIROKRASI

Khotmil Qur’an Kubro (khatam Alquran sebanyak 2020 kali) dan Nuzulul Qur’an Online Digelar Pemprov Jatim.

badge-check


					Khotmil Qur’an Kubro (khatam Alquran sebanyak 2020 kali) dan Nuzulul Qur’an Online Digelar Pemprov Jatim. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Merebaknya pandemi Covid-19, sepatutnya tidak menyurutkan semangat beribadah di bulan Ramadhan 1440 H/2020 M. Salah satunya dengan memperbanyak membaca Alquran mengingat pada bulan Ramadhan ini terdapat malam khusus yaitu Nuzulul Quran.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemprov Jawa Timur menggelar Khotmil Quran Kubro 2020 kali dan Nuzulul Quran Online yang disiarkan dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (09/05/2020).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim bersama Forkopimda Jatim. Pelaksanaan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing, baik gedung Grahadi Surabaya maupun di kabupaten/kota yang ditunjuk.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat Alquran di Juz 30 oleh 17 Bupati/Walikota di Jawa Timur yang secara bergantian, salah satunya Bupati Tuban, H. Fathul Huda. Bertempat di Masjid Fathurrohmat Pendopo Kridho Manunggal Tuban, Bupati Tuban membacakan Surat An Nazi’at ayat 1-25. Pada kesempatan ini Bupati Tuban didampingi Wabup , Kapolres Tuban , dan Dandim 0811/Tuban.

Usai pembacaan Alquran, Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar untuk memahami dan memaksimalkan penghayatan kandungan Alquran. Hal tersebut sesuai dengan anjuran agama untuk membaca dan mendalami alquran.
Gubernur Jatim menjelaskan maksud dari Khotmil Qur’an 2020 kali adalah dilakukannya pembacaan alquran secara mandiri oleh 4000 hafidz di Jawa Timur. Masing-masing hafidz meng-khatamkan 15 juz dalam dua  hari sehingga dicapai 2000 kali khatam. Sedangkan sisanya ditugaskan kepada OPD dan Bakorwil dibawah naungan Pemprov Jatim.
“Sehingga genap khatam Alquran sebanyak 2020 kali,” ungkapnya.

Pemprov Jatim pada tahun 2020 juga akan memberikan tunjungan kehormatan kepada 4000 hafidz di Jawa Timur. Tunjangan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada hafidz , ikhtiar yang dilakukan sebagai munajat untuk mendapatkan barokah dan rizki bagi seluruh masyarakat Jawa Timur dan Indonesia. “Semoga Allah melindungi seluruh warga Jatim dan bangsa Indonesia. Semoga wabah Covid-19 segera diangkat,” harapnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah mendukung penanganan wabah Covid-19. Langkah-langkah jasmaniah, berupa medis maupun non-medis perlu diiringi dengan upaya bathiniah. “Marilah bersama-sama kita maksimalkan hari-hari pada Bulan Ramadhan 1440 H ini untuk meningkatkan keimanan kita , bermunajat memohon perlindungan Allah SWT,” serunya.

Pada kesempatan ini juga dilangsungkan tausiyah online oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, MA. Dalam tausiyahnya, Prof Nazaruddin Umar menerangkan diturunkannya Surat Al Alaq ayat 1-5, memiliki makna yang dalam apabila dilakukan perenungan dan penghayatan. Pada ayat tersebut mengisyaratkan keutamaan untuk iqra’ (membaca) berbagai kejadian alam di dunia ini. Proses pembacaan ini mengisyaratakan adanya keseimbangan antara agama dan ilmu pengetahuan.
“Sejatinya, proses iqra’ ini mencakup kesadaran sensorial (tadabbur) , intelektual (tafakkur) , emosional (tadzakkur) , dan spiritual,” tuturnya.

Prof Nazaruddin Umar mengibaratkan pembacaan terhadap sebuah pohon kelapa. Hakikatnya pembacaan pohon kelapa bukan hanya sebatas tumbuhan yang berdiri. Lebih dari itu, pohon kelapa memiliki proses yang panjang sebelum tumbuh dan dimanfaatkan oleh manusia. “Begitu pula dengan terjadinya berbagai kejadian di dunia ini, tentunya memiliki proses kejadian disertai hukum sebab-akibat dari proses tersebut,” jelasnya.

Karenanya, perlu proses belajar dan penghayatan secara terus menerus sepanjang hayat. Tidak hanya itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dapatnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.(@nt).

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Tetapkan 2 Paslon Pilkada 2024

23 September 2024 - 11:46 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!