Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

INVESTIGASI

Limbah Hitam Pekat Berbau Menyengat Dari PG. Gempolkrep Dikeluhkan Warga

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

MOJOKERTO, REPUBLIKNEWS | Sejumlah Warga Masyarakat di kecamatan Gedek yang tinggal di 4 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Gedek Mengeluh dengan adanya Bau menyengat yang ditimbulkan oleh aliran sungai milik PU. Pengairan Provinsi Jawa Timur yang diduga lantaran air yang mengalir disungai mengandung limbah dari salah satu perusahaan milik PTPN Gempolkrep yang ada di kecamatan Gedek.

Menindaklanjuti Pengaduan Masyarakat tim awak media RepublikNews turun lapangan melakukan investigasi. diketahui aliran sungai yang difungsikan untuk irigasi yang melewati sepanjang pemukiman warga tersebut Nampak keruh serta hangat jika di sentuh tangan dan berwarna Hitam Pekat juga menimbulkan bau Menyengat.

Berdasarkan dari Pengaduan Masyarakat serta beberapa Narasumber, mengatakan bahwa sungai irigasi tersebut merupakan langganan dari perusahaan untuk membuang Limbah cairnya. Selain pencemaran sungai, warga juga mengeluh pada sumur miliknya yang tidak jernih alias keruh, berbau dan terkadang tidak bisa di fungsikan untuk dikonsumsi. Sungai dan Sumur Warga Berubah Warna dan Mengeluarkan Bau Menyengat.

Diduga !! PTPN Gempolkrep Manfaatkan saluran Irigasi Milik PU. Pengairan Provinsi

Ironisnya, sungai tersebut milik PU. Provinsi Jawa Timur yang difungsikan untuk irigasi pengairan atau mengaliri sawah pertanian warga.

Dari hasil konfirmasi awak media saat menemui beberapa warga terdampak yang ada di 4 desa wilayah kecamatan Gedek, yang diantaranya desa Gempolkrep, Desa Gedek, Desa Pageruyung, dan Desa Kemantren

Khususnya warga desa yang berdomisili tak jauh dari aliran sungai tersebut, hal senada disampaikan bahwa aliran sungai berwarna Hitam Pekat berbau menyengat yang ada didepan rumahnya, terkadang mengepulkan asap dan airnya terasa hangat itu hampir tiap hari terjadi. Terkadang Pagi dan Siang, terkadang juga malam.

Kata warga, dari pihak perangkat pemerintahan setempat menghimbau kepada warga agar memberikan informasi jika mencium bau menyengat yang di timbulkan oleh limbah pabrik, dengan menghubungi Contacts Person yang sudah di sediakan, namun faktanya setelah warga memberikan informasi hasilnya juga gak ada,”terangnya

Tiap kali sungai itu airnya berwarna Hitam Pekat dan Mengepulkan Asap Hangat, bau menyengat yang di timbulkan sangat mengganggu pernafasan,”imbuhnya.

Warga yang bertempat tinggal disekitar aliran sungai atau yang rumahnya dekat dengan sungai, Melalui media ini berharap keluh kesah maupun aspirasinya tersampaikan secara public dan didengar serta diketahui oleh pihak pihak terkait.

Sementara itu di tempat terpisah tim investigasi awak media ini melakukan konfirmasi ke UPT Pengairan. Dari keterangan pihak UPT tidak menepis informasi tersebut. Limbah hitam pekat tersebut memang dari PG. Gempolkrep. (Red) Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!