Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

PERISTIWA

PENEMUAN RANJAU MASA PENJAJAHAN GEGERKAN WARGA JAYENGAN DESA TEMUGURUH

badge-check


					PENEMUAN RANJAU MASA PENJAJAHAN GEGERKAN WARGA JAYENGAN DESA TEMUGURUH Perbesar

Banyuwangi RepublikNews – Penemuan puluhan amunisi berupa ranjau yang di duga berasal dari peninggalan masa penjajahan, gegerkan warga dusun jayengan, Desa Tumuguruh, kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Kronologi penemuan puluhan benda bersejarah tersebut, di temukan pertama kali oleh Mukid seorang magersari sa’at hendak menanam jahe di lahan milik perhutani wilayah RPH Purwodadi petak 62 C1.

Awalnya Mukid mengira jika benda yang ditemukan itu hanyalah batu, namun setelah di gali lebih mendalam ternyata benda yang berbahaya, berupa Amunisi, terdiri dari 59 unit benda yang di duga peledak atau ranjau darat berbentuk batang silinder dengan panjang 10 cm dan berdiameter 6 cm serta 1 unit peluru tajam mouser dalam kondisi sudah berkarat.

Kapolsek Sempu, AKP Suhardi melalui kanit reskrim polsek sempu, IPDA Didik Suhendi. Saat di temui awak media REPUBLIK NEWS mengatakan , bahan peledak tersebut di duga merupakan peninggalan perang masa lampau.

Yang menemukan seorang warga magersari perhutani yang bekerja sebagai penderes getah pinus dan penggarap lahan, kondisi benda bersejarah itu sudah keropos dan berkarat,” ungkapnya pada selasa (1/10/2019).

Setelah semua benda berhasil di angkat, puluhan ranjau darat itu lalu di bawa petugas ke mapolsek sempu untuk di amankan.

Untuk sementara waktu kita rendam di dalam air , kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak koramil sempu untuk pengamanannya ,” ujarnya.

IPDA Didik juga menghimbau, masyarakat agar berhati hati jika berkebun di areal perhutani atau di sekitar lokasi penemuan ranjau, karena dimungkinkan masih ada benda peninggalan perang yang masih tertanam di dalam tanah,” terangnya .(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

Developer Abal-Abal di Laporkan Polres Probolinggo Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan & Penggelapan

31 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

18 Februari 2026 - 15:23 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!