Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

BIROKRASI

Wabub Madiun Di Dampingi OPD, Tinjau Lapang Pemaksimalan Program SANIMAS

badge-check


					Wabub Madiun Di Dampingi OPD, Tinjau Lapang Pemaksimalan Program SANIMAS Perbesar

MADIUN _ Ada beberapa faktor pemicu terjadinya Stunting pada anak di antaranya Faktor Gizi, Faktor Lingkungan, Faktor Kesehatan, Faktor Sosial Ekonomi, Perkembangan dan Perawatan Bayi, Penting untuk mengatasi semua faktor ini secara holistik dalam upaya mencegah dan mencapai penurunan stunting yang signifikan.

Kebijakan dan program pencegahan stunting yang komprehensif perlu melibatkan semua sektor terkait, seperti kesehatan, gizi, sanitasi, pendidikan, dan ekonomi, untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa timur tidak tinggal diam mengatasi persoalan tersebut, (Kamis,27/Juli/2023) Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto dan dampingi OPD terkai tinjau lapang pemaksimalan program SANIMAS atau Sanitasi Berbasis Masyarakat, berlokasi di Desa Sidorejo Kecamatan Saradan Madiun.

Tujuan Program SANIMAS ini adalah untuk meningkatkan sarana akses sanitasi yang lebih luas, guna meningkatkan akses kebersihan serta kesehatan lingkungan, sarana jamban penanggulangan pencemaran sumber air tanah dan pencegahan Stunting pada anak melalui kebersihan lingkungan.

” Program SANIMAS atau Sanitasi Berbasis Masyarakat di tujukan untuk masyarakat yang tidak memiliki jamban dan terdapat kasus Stunting di wilayahnya , pihaknya juga menyampaikan salah satu penyebab terjadinya Stunting adalah faktor sanitasi yang kurang bagus” Jelas Wakil Bupati Madiun H.Hari Wuryanto.

Hari Wuryanto juga Menambahkan angka Stunting yang berada di Kabupaten Madiun Pada saat ini turun menjadi 11,36 persen, dan pada tanggal 22/Agustus/2023 Pemkab Madiun akan mengadakan bulan timbang anak serentak lagi, semoga angka Stunting yang berada di Madiun terus menurun.

Sementara itu Boby Saktia Putra Kabit Cipta Karya Dinas PUPR Kab Madiun, menjelaskan program SANIMAS yang berada di Kabupaten Madiun pada tahun 2023 ada 14 Desa penerima Program Sanitasi , ini lebih banyak di bandingkan tahun lalu yang berjumlah 9 Desa , Program DAK atau Dana Lokasi Khusus yang bersumber Dari APBN dengan total keseluruhan anggaran sebesar 7,5 Miliar untuk 14 di Kabupaten Madiun.

Program sanitasi juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sanitasi yang baik. Ini meliputi pengelolaan limbah domestik, pengelolaan air limbah, perawatan dan pemeliharaan fasilitas sanitasi, dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan terkait sanitasi di tingkat masyarakat,

Saya berharap dengan adanya program sanitasi ini perilaku masyarakat untuk BAB sembarangan akan menurun dan dengan adanya program sanitasi ini juga bisa menekan penuruan angka Stunting yang ada di Madiun. (Makni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!