Menu

Mode Gelap
Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

BIROKRASI

Walikota Probolinggo Sidak Museum Rasulullah

badge-check


					Walikota Probolinggo Sidak Museum Rasulullah Perbesar

Probolinggo, RepublikNews – Seiring bertambahnya angka penyebaran COVID 19, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat, khususnya di area Museum Rasulullah. Guna memastikan hal itu, ia melakukan sidak di museum yang berada di Jalan Suroyo, Minggu (29/11) siang.

Pertama, Habib Hadi menuju tempat pembelian tiket, karena di depannya tersedia tempat cuci electrik. Pengunjung yang akan membeli tiket atau masuk harus mencuci tangan dengan sabun yang menggunakan alat detektor sehingga tidak perlu dipencet manual. Kondisinya bagus dan ada petugas yang bertugas mengarahkan pengunjung sebelum menuju pintu masuk museum.

Berikutnya, wali kota melepas alas kaki sama seperti yang dilakukan para pengunjung. Setelah alas kaki diletakkan di tempat yang tersedia, baru disemprot handsanitizer elektrik. Di depan pintu masuk pun sudah ada tanda yang terpasang agar tidak berkerumun.

Saya ingin memastikan protokol kesehatan diberlakukan secara ketat di museum ini. Karena saya sidak di fasilitas umum lainnya ada empat cuci tangan elektrik yang macet sehingga tidak bisa digunakan. Alhamdulillah di museum ini sudah sesuai protap dalam penerapan protokol kesehatan. Termasuk tanda physical distancing menuju pintu masuk maupun di area dalam museum,” ujarnya.

Wali kota juga bersyukur, karena barang peninggalan bersejarah Kota Probolinggo yang dipajang selama ini semakin dikenal masyarakat luas. Mengingat posisi penempatan berada di pintu awal masuk.

Dulu meski gratis, jarang dikunjungi museum ini oleh orang luar kota. Namun sejak ada museum peninggalan Rasul dan para sahabat, ikut terdongkrak pula minat melihat barang bersejarah tentang kota ini,” imbuh wali kota.

Habib Hadi juga melihat jumlah pengunjung yang dibatasi jumlahnya setiap kali masuk area tersebut. Dengan ruangan yang bisa menampung ratusan orang itu, diperkenankan hanya 40 orang tiap sesi.

Dan ketika masuk pintu utama yang dipamerkan berupa janggut dan rambut Rasullullah, terompah, darah bekam serta surban/imamah, pengunjung kembali dikurangi dan hanya 20 orang yang boleh masuk. Itupun jaraknya diatur dan ada petugas yang mengarahkan sesuai protokol kesehatan.

Alhamdulillah sudah sesuai harapan kami dalam penerapan prokes dan ini akan terus dipantau. Semoga ke depan segera ada investor yang membangun museum lebih besar, sehingga bisa menampung lebih banyak artefak peninggalan Rasulullah dan para sahabat,” harapnya.

Siang itu, saat wali kota sidak, bersamaan dengan rombongan dari Pasuruan yang berkunjung. Mereka senang bisa bertemu Habib Hadi dan mengapresiasi keberadaan museum Rasulullah ini.

“Saya tahu dari medsos facebook dan bagi saya membayar tidak masalah, karena tidak sebanding dengan rasa cintanya kepada baginda Rasulullah SAW,” ujar Rahmawan salah satu pengunjung.

Reporter : Suatman Biro Probolinggo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!