POTRET

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 49 Melakukan Peyemprotan Disinfektan Dengan Probiotik Siklus Dari Prof Sukardi

Mojokerto, RepublikNews – Pada umumnya penyemprotan Disinfektan terbuat dari sejenis cairan pembersi yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, alkohol, atau klorin yang behrtujuan membunuh berbagai macam bakteri, virus, kuman, dan mikro organisme berbahaya lain yang terdapat pada ruangan atau permukaan benda namun sering kali tidak di sadari bahwa dengan melakukan cara seperti itu malah menimbulkan dampak negative bagi manusia dan alam.

Adapun dampak yang di timbulkan berupa rusaknya unsur tanah, terjadi hujan asam, sesak nafas dan memicu berbagai jenis penyakit. Sadar akan bahayanya dampak yang di timbulkan, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 49 PMM UMM melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan probiotik siklus di Desa trawas, Dusun kemloko, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Warga Mojogeneng Bangga Ada TMMD Ke 107 di Desanya

Bukan hanya penyemprotan, kelompok 49 PMM UMM juga membagikan masker dan handsanitizer yang di buat dari probitik, hal ini di lakukan sebagai bentuk upaya untuk mendisiplinkan protocol kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jum at pagi selama masa PMM berlangsung, kurang lebih sebanyak 2 kali, hari Jum at pagi dipilh karena mendapat saran dari kepala dusun dan karang taruna.

Bersama karang taruna dusun Kemloko, kelompok 49 PMM UMM menyisir setiap rumah yang berada di Dusun Kemloko tanpa terkecuali.

 

Sasaran utama penyemprotan ini adalah tempat atau area yang sering disentuh ataupun ditempati oleh warga yang bertamu dan warga yang datang dari luar rumah seperti halaman, pagar, pintu rumah, tempat ibadah dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Paska Menunggu Pembangunan, Warga Mekar Sari Lakukan Perbaikan Jembatan Sementara

Harapannya agar area tersebut tetap steril dan bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 di Desa Trawas khususnya di Dusun Kemloko, mengingat saat ini Kabupaten Mojokerto masuk wilayah zona merah khususnya di Kecamatan Trawas yang sebagai pusat pariwisata maka kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin minimal 1 bulan 2 kali agar tidak semakin meluas dan tidak semakin menyebar.

Kegiatan yang sepenuhnya di biayai oleh kelompok 49 PMM UMM ini disambut dan diapresiasi baik oleh warga dan karang taruna Dusun Kemloko Kecamatan Trawas, berkat kerjasama dengan warga dan karang taruna ini, penyemprotan berjalan secara baik dan tidak menemui kendala apapun.

Kenapa penyemprotan ini di lakukakn menggunakan probiotik? Karena Probiotik berasal dari tumbuh-tumbuhan alami dan tidak mengandung efek samping apapun.

Baca Juga :  Di Sela Acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Jatim, Pimprus Koran Merdeka News Bertekad Memaksimalkan Fungsi Medianya

Prof Sukardi menjelaskan, bahwa kandungan probiotik dalam formula tersebut merupakan Generasi ke-8 dari pengembangan formula sebelumnya dan khusus dibuat untuk melawan Covid 19.

“Selain untuk di konsumsi probiotik dari prof Sukardi juga bisa di jadikan disenfektan karenan Penyemprotan Probiotik ini lebih aman yang artinya tidak menimbulkan efek kepada lainya termasuk makanan,” jelasnya.

Mengapa probiotik bisa di jadikan disenfektan alami karena sifat bakteri probiotik akan mengikat virus di udara dan larut di permukaan tanah dan akan memperbaiki unsur tanah yang sudah terkena cairan kimia seperti petisida, selain itu probiotik juga bisa di minum langsung jadi dampaknya aman untuk kesehatan. (fio)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!