Sentra IKM Slag Aluminium Jombang Berhasil Dalam Pembangunan Ekonomi Namun Gagal Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup

JOMBANG, REPUBLIKNEWS | Seperti yang kita ketahui, di Jombang terdapat 2 sentral usaha di bidang industri olahan logam yang di fasilitasi oleh pemerintah Jombang yaitu IKM slag aluminium Desa Kendalsari kecamatan Sumobito dan sentra IKM Slag Aluminium Desa Bakalan kecamatan Kesamben.
Pemerintah kabupaten Jombang telah berhasil mensukseskan program pemerataan pembangunan dalam rangka mensejahterakan pengusaha Aluminium dengan program IKM untuk para pelaku usaha Slag Aluminium yang dinilai telah Turut menyumbang perputaran ekonomi di Kabupaten Jombang khususnya bagi Ratusan bahkan ribuan ekonomi rumah tangga yang tergantung pada industri Slag Aluminium.
Tak tanggung tanggung pada tahun 2020 hingga tahun 2022, Pemerintah Jombang menggelontorkan anggaran DAK kurang lebih 45 Miliar untuk pembangunan 2 sentra IKM slag aluminium di Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Sumobito.
Dimana Pembangunan pertama Proyek Sentra IKM Slag Aluminium memakan anggaran DAK Tahun 2020-2021 sebesar Rp 20,728 M di Desa Bakalan Jombang dengan rincian untuk Urugkan pematangan lahan sebesar Rp. 941.818.114 (DAK 2020) dan pembangunan fisik sebesar Rp. 19.786 Milyar (DAK 2021).
Sementara untuk pembangunan ke dua pada tahun 2022, Pemerintah Jombang kembali menggelontorkan anggaran senilai Rp 25,6 miliar (DAK 2022) untuk Proyek pembangunan Sentra IKM Slag Aluminium di Desa Kendalsari Kecamatan Sumobito kabupaten Jombang.
Dengan selesainya pembangunan 2 sentra IKM dan dimanfaatkannya sarana pengolahan logam yang difasilitasi pemerintah pusat diharapkan menjadi awal pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat Khususnya di bidang industri olahan logam di Kabupaten Jombang.
Mungkin, Pemerintah kabupaten Jombang telah berhasil mensukseskan program pemerataan pembangunan dalam rangka mensejahterakan pengusaha Aluminium. Namun amat disayangkan nampaknya pemerintah Jombang gagal dalam pengendalian lingkungan.
Pasalnya, Di balik Industri olahan logam aluminium yang di gadang gadang pemerintah Jombang akan menjadi penyumbang dan pertumbuhan ekonomi pemerintah Jombang tanpa di sadari oleh pemerintah itu sendiri telah berdampak buruk pada masyarakat luas khususnya pada lingkungan hidup dan kesehatan manusia.
Dari Banyaknya dunia usaha yang enggan mengolah dan membuang limbah B3 secara baik. Bahkan tak jarang mereka malah secara terang terangan membuang limbah B3 ke sembarang tempat, dengan mengabaikan aturan soal pengolahan limbah B3 yang baik.
Dari beberapa kejadian maraknya temuan Limbah B3 Jenis Abu Aluminium di wilayah Mojokerto, Bangkalan Madura dan beberapa wilayah lain yang di anulir berasal dari industri slag Alumunium Jombang layak diduga hal tersebut akibat Kurangnya ketegasan dan lemahnya pengendalian dan pengawasan dari instansi terkait kepada para pengusaha yang mengesampingkan dampak lingkungan hidup.
Hingga membuat para oknum pengusaha nakal leluasa menggunakan trik nakal untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan terhadap lingkungan dan merugikan banyak orang di kalangan masyarakat.
Diduga Kurangnya ketegasan dan lemahnya pengawasan instansi terkait menjadi penyebab para pengusaha mengesampingkan dampak lingkungan hidup, terkait pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 membuat para oknum pengusaha nakal leluasa menggunakan trik nakal untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan terhadap lingkungan hidup.
Dan karena kemungkinan juga dari Ketidak tegasan para aparat penegak hukum maupun pemerintah dilingkup dinas terkait dalam memberikan sanksi hukum terhadap para pengusaha nakal menjadi penyebab pencemaran lingkungan itu sendiri. Pengawasan yang kurang dan sanksi yang tidak tegas maupun tebang pilih menjadi penyebab nyata terjadinya Pembiaran pada dunia usaha itu sendiri.
Bahaya limbah B3 adalah ancaman yang sangat nyata. Tidak hanya mencemari lingkungan, limbah berbahaya juga merugikan manusia khusunya bagi warga masyarakat terdampak yang ada di sekitaran area pembuangan akhir limbah B3 tersebut.
Namun sebagian Masyarakat masih banyak yang kurang paham akan dampak dari bahayanya Limbah B3 tersebut. Dan ketidak pahaman inilah di jadikan lahan untuk Mencari keuntungan oleh sebagian pengusaha pengusaha nakal dan golongannya bahkan tak jarang dari pihak pemerintah sendiri bersikap masa bodoh.
Bahkan, Pemerintah sendiri Dengan dalih bahwa usaha tersebut turut menyumbang perputaran ekonomi, pertumbuhan dan percepatan ekonomi masyarakat dan pemerintah tanpa pikir dampak belakangnya sebagian para Pelaku usaha ini malah justru di beri ruang kebebasan baik tempat maupun Fasilitas lainnya.
Dan alhasil, di balik itu justru malah di manfaatkan oleh sebagian oknum oknum pengusaha nakal pemburu cuan dan bahkan menjadi ATM berjalan bagi para oknum berseragam dinas baik dari aparat penegak hukum maupun oknum pegawai dinas terkait dalam pemerintahan itu sendiri. (S49)
============================
BACA JUGA:
• Fakta Di Balik Perkembangan Dunia Usaha “IKM Slag Aluminium” Kabupaten Jombang
• Diduga…Pembuangan Limbah B3 Abu Aluminium Di Bangkalan Madura, Berasal Dari Jombang Dan Ada Keterlibatan Oknum Polisi
• Limbah B3-Abu Aluminium Jombang Dibuang Ke Mojokerto, Terduga 3 Pelaku Di Panggil Polda Jatim