Beri Kontribusi 30 Hektar, “Hippa Tani Mukti” Bangun Saluran Irigasi

Ponorogo, RepublikNews, Pembangunan saluran irigasi yang berlokasi di area persawahan Slungguh Dukuh Krajan Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, yang telah dirampungkan pengerjaannya oleh Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) “Tani Mukti”, diharapkan bisa memberi manfaat kepada masyarakat petani yang ada.
Sebagaimana diketahui bahwa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) mengucurkan anggaran sebesar Rp.195.000.000, per-desa yang diperuntukkan bagi peningkatan perekonomian, melalui produksi pangan para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ditemui RepublikNews dikantornya pada Rabu (21/6), Kepala Dusun Krajan, Hinada Setiasmoko mewakili Jamid. SE selaku Kepala Desa Senepo menyampaikan bahwa pembangunan saluran irigasi dari bantuan program P3TGAI saat ini telah rampung dan sudah bisa digunakan untuk mengaliri persawahan para petani.
“Alhamdulillah mas…dengan keberadaan pembangunan saluran irigasi tersebut, masyarakat petani bisa merasakan manfaatnya dalam mengelola lahan pengairan, dan juga dalam menjaga ketersediaan air irigasi juga bisa lebih baik walau di masa musim kemarau nanti”. Ucap Hinada Setiasmoko.

Dalam pertemuan itu, ia juga menjelaskan bahwa panjang pembangunan saluran irigasi 272 M, dengan penambahan pengembangan 5 M dari swadaya masyarakat
Hinada Setiasmoko juga menyampaikan rasa terima kasihnya, kepada Pemerintah karena dengan adanya bantuan P3TGAI ini, masyarakat petani yang ada di desanya merasa sangat terbantu.
“Tak luput saya mewakili masyarakat desa setempat menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah atas bantuan yang diperuntukkan untuk masyarakat petani yang ada di desa kami, bisa bersama-sama merasakan manfaatnya, “Sambungnya.
Menambahkan pernyataan Kasunnya, Wahyudi selaku ketua HIPPA “Tani Mukti” desa Senepo mengatakan bahwa proses pembangunan proyek yang menyerap APBN tersebut, berjalan dengan lancar dan secara langsung berimbas pada ekonomi warga melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang ada.
“Saya berharap untuk tahun depan bisa mendapatkan (program P3TGAI) lagi, karena yang ini belum selesai sampai ujung, ini kan masih awal mas masih perlu penambahan panjang dari saluran yang sudah terbangun” kata Wahyudi menyampaikan harapannya.
Masih menurutnya bahwa dengan adanya saluran irigasi yang terbangun saat ini, akan memberikan kontribusi bagi kebutuhan air irigasi dari 25 sampai 30 hektar luas lahan pertanian warga.(w.i)