Bincang Eksklusif Dengan Seniman Dari Bumi Ronggolawe Joko Wahyuono (Pencipta lagu terbaik Festival lagu daerah se-Jawa-Timur tahun 2014)

Tuban, RepublikNews.
Keberadaan para seniman bagi Pemerintah Kabupaten Tuban adalah modal besar yang harus dikelola dengan baik bagi kemajuan Tuban yang mempunyai sebutan tersendiri yaitu Bumi Ronggolawe , Oleh karena itu diperlukan media yang tepat untuk berkreasi sehingga karya seniman mendapat tempat di hati Rakyat Tuban khususnya dan bagi Blantika musik Indonesia pada umumnya. Dengan kreasi yang baik dari para seniman untuk menciptakan bagaimana seni mendapat tempat dihati Rakyat Tuban sekaligus menjadi ikon Kabupaten Tuban dalam mendongkrak untuk lebih mengenalkan potensi seni dan budaya di Kabupaten Tuban.
Media RepublikNews di satu kesempatan dapat berbincang santai dengan Salah satu tokoh Seniman dari Kabupaten Tuban yang mempunyai segudang prestasi di dunia hiburan . beliau adalah Joko Wahyuono , pada media ini mengungkapkan bahwa dirinya memiliki niat dan komitmen ingin mengangkat citra dan nama kabupaten Tuban melalui kesenian dan kebudayaan
“Melalui Rumah Karya Musik “KELUARGA WIDASWARA”, saya ingin melestarikan seni dan budaya asli (local genius), mencoba melakukan pembinaan, pengembangan SDM dan memberikan ruang ekspresi serta kesempatan yang luas atas potensi-potensi terpendam yang ada di kabupaten Tuban.” tutur pria yang juga berprofesi sebagai ASN di Dinas PRKP ini.
Pria yang memimpikan adanya Gedung Kesenian di Kabupaten Tuban ini menambahkan ,
“Selain itu untuk pengembangan musik di Tuban, saya juga memberikan fasilitas latihan gratis (New Star Music Studio) recording gratis ( Widaswara Record Tuban) dan pengambilan video klip gratis ( SulthanoSaurus) kepada Group Musik dan Vokalis yang tergabung didalam Rumah Karya Musik “KELUARGA WIDASWARA” cetus Bendahara Dewan Kesenian Tuban itu penuh semangat.
Joko Wahyuono lebih dikenal dengan sebutan Joko Widaswara dinobatkan sebagai Pencipta lagu terbaik Festival lagu daerah Tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2011-2016 lagu ciptaan Joko diantaranya :
2011 – Dawet Siwalan
2015 – Pantai Sowan Pantai Kenangan
2016 – Ronggolawe , sedangkan pada tahun 2014 dinobatkan sebagai
Pencipta lagu terbaik Festival lagu daerah se-Jawa-Timur tahun 2014 dengan lagu “Lochan batik Tuban”
Ada satu kenangan yang sangat dalam saat perbincangan menyinggung karya Joko Wahyuono yang berjudul Ambyar2. dan saat ditanya gagasan menciptakan lagu tersebut Joko mengisahkan.
“Hari itu, 5 mei 2020 sekitar pukul 7.30 atau lebih, setengah tak percaya aku lihat kabar di medsos bahwa beliau meninggal (Maestro Didi Kempot-red), lalu aku kroscek di TV , ternyata benar adanya, sedih banget pak, sambil menangis aku langsung buat lagu itu, aku ceritakan tentang pengalamanku bertemu beliau di awal lagu itu, dan perasaanku semua ada di lagu tersebut.” ungkap Joko.
“Besoknya lagu ambyar2 diminta oleh istriku (Yuli Widaswara-red) yang kebetulan beberapa kali pernah sepanggung dengan Meastro Campursari Didi Kempot almarhum.” kenang Joko.
Tonton juga lagu- lagu ciptaan Joko Wahyuono di :
channel YouTube : KELUARGA WIDASWARA
Saat dikonfirmasi awal mula ketemu dengan Maestro Didi Kempot Almarhum , Joko menuturkan.
“Waktu itu, ketika saya dan beberapa teman sedang antri recording lagu di Sragen, salah satu teman mengajak saya untuk melihat proses editing video musiknya mas Didi Kempot disalah satu hotel di Solo Kebetulan saya penasaran rasanya NASI LIWET khas Solo.” ungkap Anggota campursari GREBEG BUDOYO.
Dia menambahkan, “Sesampainya di Hotel tersebut, ternyata saya melihat ada mas Didi di hotel tersebut, namun ketika teman teman masuk, justru saya sungkan sehingga saya nunggu sambil menghisap beberapa batang rokok, tak disangka mas Didi justru menghampiri saya dan kami mengobrol lumayan lama. Disini saya merasa dekat dan akrab dan tahu bahwa beliau adalah sosok yang menyenangkan, tak membedakan si miskin , catatan saya waktu itu dan si kaya.” tuturnya.
“Saya diajak foto dan semua teman teman dan crewnya mas Didi Kempot di traktir SEGO LIWET khas Solo.” kata Joko menambahi.
Diakhir perbincangan , Joko Wahyuono menyampaikan harapannya dan
Cita – citanya adalah ingin Tuban menjadi salah satu tolak ukur dan barometer musik seperti masa itu (masa keemasan koesplus) sehingga munculah koesplus-Koesplus baru yang nantinya juga akan mengharumkan citra Tuban.
” Harapan saya selaku seniman kepada Pemkab Tuban yang pertama adalah selalu memberikan dukungan , apresiasi , peningkatan SDM dan Ruang serta waktu untuk seniman berkarya, sehingga potensi dan bakat lokal yang menurut saya luar biasa ini bisa semakin menelurkan karya karya yang mungkin bisa me-Nasional ataupun meng-Internasional.” harapnya.
“Selanjutnya, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bidang Seni-Budaya sangat berkaitan erat dengan perputaran roda ekonomi, saya berharap kepada Pemkab Tuban agar di Era baru kepemimpinan yang baru nanti supaya membangun sebuah Gedung Kesenian yang monumental berskala Nasional yang bernama GEDUNG KOESPLUS atau MUSEUM KOESPLUS sebagai tempat yang representatif untuk mengembangkan semua aspek seni dan budaya Asli (local genius) sehingga dengan proses dan pertunjukan yang terjadwal sesuai agenda mingguan, bulanan dan Tahunan yang rutin, nantinya diharapkan mampu menyedot perhatian wisatawan nasional maupun Internasional datang di Tuban.” Imbuhnya
Joko berharap , selain wisata religi yang memang sudah ada di Tuban.
Dengan dibangunnya GEDUNG KESENIAN tersebut maka selain sektor pariwisata di Tuban akan semakin berkibar, maka otomatis akan mengikuti pula peningkatan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tuban.
“Suatu misal, Sementara ini rata-rata Hotel di Tuban adalah hanya sebagai tempat transit bukan tempat menginap dalam waktu lama, mungkin dengan adanya Gedung Kesenian dengan agenda kesenian yang menarik dan terjadwal, nantinya Hotel2 di Tuban bukan lagi tempat transit lagi, selain daripada itu, industri kreatif yang selama ini bisa berproduksi tapi belum bisa menjual dalam jumlah yang besar, saya yakin nantinya juga akan mengikuti perkembangan dan lain lain sebagainya, sehingga semua masyarakat khususnya di Kabupaten Tuban akan bertambah kesejahteraannya. karena hal tersebut pastinya akan berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).” ungkap Ketua orkes keroncong OPO JARE mengakhiri perbincangan.
Sebatas diketahui biodata Joko Wahyuono alias Joko Widaswara.
Nama : Joko Wahyuono
Ttl. : Tuban, 6-10-1979
Alamat : Kel. Latsari kec. Tuban, kab Tuban
pekerjaan : ASN dinas PRKP
Organisasi :
-Bendahara Dewan Kesenian Tuban, -Pengurus Daerah Jiwa Nusantara Ronggolawe Tuban,
-Plt. Ketua DPD PAMORI TUBAN
Aktifitas dalam kesenian :
-Anggota group MATOH BAND,
-Anggota campursari GREBEG BUDOYO
-Ketua orkes keroncong OPO JARE
Prestasi :
-Pencipta lagu terbaik Festival lagu daerah Tk.Kab Tuban Tahun 2011-2016
-Pencipta lagu terbaik Festival lagu daerah se-Jawa-Timur tahun 2014
Karya yang dihasilkan :
– Lochan Batik Tuban
– Ronggolawe
– Pantai Sowan Pantai Kenangan
– Kasihku
-Ambyar 2
– Jum Mrucut
-Tresno dudu Lapangan
– Saripati
– Cemburu
– Dia Bukan Aku
– Roman Cinta
– Salam Kinasih
– Sejuta Angan
Facebook : Joko Widaswara
IG : @keluargawidaswara
channel YouTube : KELUARGA WIDASWARA
Media RepublikNews.(@nt)